Mei 2026
Kota Bandar Lampung, Inflasi Year on Year 1,79 Persen
· Mei 2026 Kota Bandar Lampung terjadi inflasi year on year (y-on-y) Kota Bandar Lampung sebesar 1,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,29. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,93 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,24 persen.
· Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya delapan indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,83 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,05 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,43 persen; kelompok transportasi sebesar 2,79 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,18 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,18 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,68 persen. Selanjutnya terdapat tiga kelompok mengalami deflasi y-on-y yaitu: ; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,48 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 2,11 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 16,95 persen.
· Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok
Tabel 1
IHK dan Tingkat Inflasi Month to Month (m-to-m), Year to Date (y-to-d), dan
Year on Year (y-on-y) Kota Bandar Lampung Menurut Kelompok Pengeluaran
(2022=100), Mei 2026
· Komoditas dominan andil inflas y-on-y, antara lain: emas perhiasan, minyak goreng, daging ayam ras, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), mobil, beras, bahan bakar rumah tangga, cabai merah, nasi dengan lauk, bawang merah, parfum, ikan layang/ ikan benggol, susu cair kemasan dan angkutan udara.
· Komoditas dominan andil inflasi m-to-m , antara lain: cabai merah, bahan bakar rumah tangga, tomat, minyak goreng, cabai rawit, bawang merah, angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), mobil, jeruk, parfum, krim wajah, sawi hijau, tahu mentah dan beras.
· Kelompok pengeluaran andil inflas y-on-y, antara lain: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,71 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,61 persen; kelompok transportasi sebesar 0,31 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,29 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,21 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen;.
· Kelompok pengeluaran andil deflasi y-on-y, yaitu: kelompok pendidikan sebesar 1,38 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen; ; dan kategori rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,05 persen.
1.1 Makanan, Minuman, dan Tembakau : inflasi y-on-y sebesar 1,71 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,41 pada Mei 2025 menjadi 118,96 pada Mei 2026.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok makanan sebesar 6,20 persen dan terendah yaitu subkelompok rokok dan tembakau sebesar 5,08 persen.
Andil inflasi y-on-y sebesar 1,71 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: minyak goreng sebesar 0,21 persen; daging ayam ras sebesar 0,19 persen; cabai rawit sebesar 0,17 persen; cabai rawit sebesar 0,13 persen; beras sebesar 0,12 persen; cabai merah sebesar 0,12 persen; bawang merah sebesar 0,10 persen; ikan layang/ ikan benggol sebesar 0,07 persen; susu cair kemasan sebesar 0,06 persen; ikan kembung/ ikan gembung/ ikan banyar/ ikan gembolo/ ikan aso-aso sebesar 0,05 persen; pepaya sebesar 0,04 persen; tahu mentah 0,04 persen; tempe sebesar 0,04; air kemasan sebesar 0,04 persen; dan sigaret putih tangan (SPT) sebesar 0,04 persen.
Andil deflasi y-on-y, yaitu: bawang putih sebesar 0,08 persen; susu bubuk untuk balita sebesar 0,04 persen; ice cream sebesar 0,03 persen; buah naga sebesar 0,02 persen; bumbu masak jadi, santan jadi, kentang, biskuit, wafer, coklat batang, jagung muda/ puntren dan jeruk jadi masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,55 persen.
Andil inflasi m-to-m yaitu: cabai merah sebesar 0,17 persen; tomat sebesar 0,07 persen; minyak goreng sebesar 0,06 persen; cabai rawit sebesar 0,06 persen; bawang merah 0,05 persen; sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,03 persen; jeruk sebesar 0,03 persen; sawi hijau, tahu mentah, beras, pisang, susu cair kemasan dan sigaret kretek mesin (SKM) masing masing sebesar 0,02 persen.
1.2 Pakaian dan Alas Kaki : mengalami deflasi y-on-y sebesar 1,48 persen atau terjadi penurunan indeks dari 104,45 pada Mei 2025 menjadi 102,90 pada Mei 2026.
Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok alas kaki sebesar 1,95 persen dan terendah yaitu subkelompok pakaian sebesar 1,36 persen. Kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,08 persen. Sementara kelompok ini pada April 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,21 persen.
1.3 Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 104,96 persen pada Mei 2025 menjadi 107,11 pada Mei 2026.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan listrik sebesar 3,69 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu subkelompok penyediaan air dan layanan rumah lainnya sebesar 0,00 persen.
Andil inflasi y-on-y sebesar 0,29 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen, kontrak rumah sebesar 0,04 persen; sewa rumah sebesar 0,03 persen; pasir sebesar 0,03 persen; cat tembok, keramik, semen, besi hollow, papan dan besi beton masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada April 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.4 Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,43 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 102,90 pada Mei 2025 menjadi 104,37 pada Mei 2026.
Andil inflasi y-on-y, yaitu subkelompok furnitur, perlengkapan, dan karpet sebesar 13,23 persen; subkelompok peralatan dan perlengkapan perumahan dan kebun sebesar 1,95 persen; subkelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum sebesar 1,49 persen; subkelompok ubkelompok tekstil rumah tangga sebesar 0,30 persen dan subkelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rumah tangga rutin sebesar 0,15 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kasur sebesar 0,02 persen; pelicin/ pewangi pakaian sebesar 0,02 persen; lemari pakaian, upah asisten rumah tangga, meja kursi tamu, rak piring, meja kursi makan, dan kursi masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: sabun cair/ sabun cuci piring; sabun detergen bubuk; dan detergen cair, masing masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 tidak memberikan andil/ sumbangan inflasi m-to-m yang signifikan.
1.5 Kesehatan : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,18 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 103,29 pada Mei 2025 menjadi 104,51 pada Mei 2026. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok jasa rawat jalan sebesar 2,86 persen.
Kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan sebesar 0,03 persen terhadap inflasi y-on-y Kota Bandar Lampung. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: obat gosok sebesar 0,02 persen; tarif tukang pijat/urut, tarif dokter spesialis, obat batuk dan obat dengan resep masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.6 Transportasi : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,79 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,81 pada Mei 2025 menjadi 122,88 pada Mei 2026.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, semua mengalami inflasi y-on-y. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 6,88 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 1,08 persen.
Kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,31 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: mobil sebesar 0,13 persen; angkutan udara sebesar 0,06 persen; perbaikan ringan kendaraan sebesar 0,02 persen; tarif kendaraan roda dua online sebesar 0,02 persen; sepeda motor, angkutan antar kota, pelumas/oli mesin, ban luar motor, kendaraan carter/rental, tarif kendaraan travel, kanvas rem dan tarif jalan tol masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,13 persen.
1.7 Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,01 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 97,78 pada Mei 2025 menjadi 98,77 pada Mei 2026.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami inflasi y-on-y dan tiga subkelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 5,77 persen. Subkelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok subkelompok layanan informasi dan komunikasi, subkelompok asuransi, dan subkelompok jasa keuangan.
Kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,06 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu telepon seluler sebesar 0,04 persen; dan laptop/notebook sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,02 persen.
1.8 Rekreasi, Olahraga, dan Budaya : mengalami deflasi y-on-y sebesar 2,11 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 110,66 pada Mei 2025 menjadi 108,32 pada Mei 2026.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami inflasi y-on-y, satu subkelompok mengalami deflasi y-on-y dan satu subkelompok tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok layanan rekreasi dan olahraga. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu layanan kebudayaan sebesar 7,58 persen; dan subkelompok koran, buku, dan perlengkapan sekolah sebesar 2,10 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu barang rekreasi lainnya dan olahraga, dan budaya sebesar 8,70 persen.
Kelompok ini pada April 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,05 persen. Sementara pada Mei 2026 tidak memberikan andil/sumbangan inflasi yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.9 Pendidikan : mengalami deflasi y-on-y sebesar 16,95 persen atau terjadi penurunan indeks dari 117,73 pada Mei 2025 menjadi 97,77 pada Mei 2026.
Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu subkelompok pendidikan menengah sebesar 54,99 persen. Kelompok Pendidikan pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 1,38 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: uang sekolah menengah atas sebesar 1,47 persen. Sementara pada Mei 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.10 Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran Kelompok : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,28 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,67 pada Mei 2025 menjadi 105,93 pada Mei 2026.
Kelompok ini terdiri dari satu subkelompok, yaitu subkelompok jasa pelayanan makanan dan minuman yang mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,18 persen. Kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,21 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: nasi dengan lauk sebesar 0,10 persen; mie sebesar 0,04 persen; martabak sebesar 0,03 persen; sayur olahan sebesar 0,02 persen; hamburger sebesar 0,01 persen. Andil/ sumbangan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung sebesar 0,01 persen.
1.11 Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya : mengalami inflasi y-on-y sebesar 9,68 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,34 pada Mei 2025 menjadi 123,21 pada Mei 2026.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, satu subkelompok mengalami inflasi y-on-y dan satu kelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok perawatan pribadi sebesar 2,33 persen dan subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 25,90 persen. Sementara subkelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu subkelompok jasa lainnya.
Andil inflasi y-on-y sebesar 0,61 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: emas perhiasan sebesar 0,50 persen; parfum sebesar 0,08; deodorant sebesar 0,04 persen; krim wajah sebesar 0,03 persen; tarif gunting rambut pria dan shampo sebesar 0,02 persen; popok bayi sekali pakai/diapers, pembersih/ penyegar, sabun mandi cair masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,07 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu: parfum dan krim wajah sebesar 0,03 persen; deodorant dan hand body lotion sebesar 0,02 persen; serta sabun mandi cair dan popok bayi sekali pakai sebesar 0,01 persen.
· Perbandingan Inflasi Tahunan
Pada Mei 2026, tingkat inflasi y-on-y sebesar 1,79 persen, tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,93 persen, dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 2,24 persen. Tingkat inflasi y-on-y untuk Mei 2025 dan Mei 2024 masing-masing sebesar 2,10 persen dan 2,44 persen. Sementara tingkat inflasi m-to-m Mei 2025 dan Mei 2024 masing-masing sebesar -0,51 persen dan 0,08 persen. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d Mei 2025 dan Mei 2024 masing-masing sebesar 0,88 persen dan 0,45 persen.
Tabel 2
Tingkat Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun 2024–2026 (Persen)
Gambar 1
Tingkat Inflasi Tahunan Desember 2024 – 2026 (Persen)
Tim Pengendali Inflasi Daerah - Kota Bandar Lampung
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merupakan satuan khusus yang bertugas menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan inflasi khususnya di Kota Bandar Lampung.
Pemerintah Kota Bandar Lampung
Jl. Dr.Susilo No.2 Bandar Lampung, Kota Bandar Lampung
(0721) 456-7890
diskominfo@bandarlampungkota.go.id
© TPID KOTA BANDAR LAMPUNG 2026. All Rights Reserved.