Juni 2026
Kota Bandar Lampung, Inflasi Year on Year 2,08 Persen
· Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok
Tabel 1
IHK dan Tingkat Inflasi Month to Month (m-to-m), Year to Date (y-to-d), dan
Year on Year (y-on-y) Kota Bandar Lampung Menurut Kelompok Pengeluaran
(2022=100), Mei 2026
1.1 Makanan, Minuman, dan Tembakau : inflasi y-on-y sebesar 5,69 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,75 pada Juni 2025 menjadi 119,17 pada Juni 2026.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok makanan sebesar 6,02 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 3,24 persen.
Andil inflasi y-on-y sebesar 1,69 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: emas perhiasan sebesar 0,48 persen; minyak goreng sebesar 0,22 persen; bensin sebesar 0,19 persen; daging ayam ras sebesar 0,14 persen; mobil sebesar 0,13 persen; sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,12; bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen; cabai merah sebesar 0,11 persen; cabai rawit sebesar 0,10 persen dan bawang merah sebesar 0,09 persen.
Andil deflasi y-on-y, yaitu: minyak goreng sebesar 0,22 persen; daging ayam ras sebesar 0,14 persen; sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,12 persen; cabai merah sebesar 0,11 persen; cabai rawit sebesar 0,10 persen; bawang merah sebesar 0,11 persen; ikan layang/ ikan benggol sebesar 0,08 persen; air kemasan, tahu mentah, pepaya, tempe, sigaret kretek tangan (SKT) dan ikan lele masing-masing sebesar 0,04 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,06 persen.
Andil inflasi m-to-m yaitu: tomat sebesar 0,07 persen; bawang putih sebesar 0,06 persen; bawang merah sebesar 0,02 persen; air kemasan sebesar 0,02 persen; ikan patin, wortel, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, labu siam/jipang, wafer, minyak goreng, biskuit, makanan ringan/snack, susu fermentasi, ikan teri, buah naga, kentang, tahu mentah dan ikan layang/ikan benggol masing-masing sebesar 0,01 persen.
1.2 Pakaian dan Alas Kaki : mengalami deflasi y-on-y sebesar 1,24 persen atau terjadi penurunan indeks dari 104,12 pada Juni 2025 menjadi 102,83 pada Juni 2026.
Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok pakaian sebesar 1,46 persen dan terendah yaitu subkelompok alas kaki sebesar 0,36 persen. Kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,07 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.3 Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,09 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 105,13 persen pada Juni 2025 menjadi 107,33 pada Juni 2026.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan listrik sebesar 5,52 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu subkelompok penyediaan air dan layanan rumah lainnya sebesar 0,00 persen.
Andil inflasi y-on-y sebesar 0,30 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen; pasir sebesar 0,05 persen; kontrak rumah sebesar 0,04 persen; sewa rumah sebesar 0,02 persen; pasir sebesar 0,03 persen; cat tembok, semen, keramik, cctv, besi hollow, papan dan besi beton masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m Ksebesar 0,03 persen.
1.4 Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,17 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,39 pada Juni 2025 menjadi 105,63 pada Juni 2026.
Andil inflasi y-on-y, yaitu subkelompok furnitur, perlengkapan, dan karpet sebesar 15,64 persen; subkelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum sebesar 3,67 persen; subkelompok peralatan dan perlengkapan perumahan dan kebun sebesar 2,13 persen; subkelompok tekstil rumah tangga sebesar 1,50 persen; subkelompok peralatan rumah tangga sebesar 0,49 persen dan subkelompok barang dan layanan pemeliharaan rumah tangga rutin sebesar 0,38 persen.
Kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,12 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kasur sebesar 0,03 persen; upah asisten rumah tangga, dan lemari pakaian masing-masing sebesar 0,02 persen; pelicin/pewangi pakaian, ember, meja kursi tamu, rak piring, meja kursi makan, karpet, pengharum cucian/pelembut, pembersih lantai dan kursi masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,07 persen.
1.5 Kesehatan : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,10 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 103,31 pada Juni 2025 menjadi 105,48 pada Juni 2026. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok jasa rawat jalan sebesar 2,86 persen dan subkelompok obat-obatan dan produksi kesehatan sebesar 2,52 persen.
Kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan sebesar 0,05 persen terhadap inflasi y-on-y Kota Bandar Lampung. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: obat gosok sebesar 0,02 persen; obat batuk, tarif tukang pijat/urut, tarif dokter spesialis dan obat dengan resep masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan sebesar 0,02 persen terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.6 Transportasi : mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,94 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,51 pada Juni 2025 menjadi 114,92 pada Juni 2026.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, semua mengalami inflasi y-on-y. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 8,22 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 4,31 persen.
Kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,31 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: bensin sebesar 0,19 persen; mobil sebesar 0,13 persen; angkutan udara sebesar 0,05 persen; perbaikan ringan kendaraan, pelumas/oli mesin, tarif kendaraan roda dua online masing-masing sebesar 0,02 persen; sepeda motor, tarif jalan tol, angkutan antar kota, ban luar motor, kendaraan carter/ rental, tarif kendaraan travel, tarif kendaraan roda dua online, kanvas rem masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 1,81 persen.
1.7 Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,51 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 97,50 pada Juni 2025 menjadi 98,97 pada Juni 2026.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami inflasi y-on-y dan tiga subkelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 8,71 persen. Subkelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok subkelompok layanan informasi dan komunikasi, subkelompok asuransi, dan subkelompok jasa keuangan.
Kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,08 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu telepon seluler sebesar 0,05 persen; dan laptop/notebook sebesar 0,02 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,20 persen.
1.8 Rekreasi, Olahraga, dan Budaya : deflasi y-on-y sebesar 3,54 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 111,67 pada Juni 2025 menjadi 107,72 pada Juni 2026.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami inflasi y-on-y, dua subkelompok mengalami deflasi y-on-y dan satu subkelompok tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok layanan rekreasi dan olahraga. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu layanan kebudayaan sebesar 7,58 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu subkelompok koran, buku, dan perlengkapan sekolah sebesar 0,88 persen dan barang rekreasi lainnya dan olahraga, dan budaya sebesar 9,67 persen.
Kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,07persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,55 terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.9 Pendidikan : mengalami deflasi y-on-y sebesar 16,95 persen atau terjadi penurunan indeks dari 117,73 pada Juni 2025 menjadi 97,77 pada Juni 2026.
Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu subkelompok pendidikan menengah sebesar 54,99 persen. Kelompok Pendidikan pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 1,38 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: uang sekolah menengah atas sebesar 1,11 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.10 Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran Kelompok : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,54 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,84 pada Juni 2025 menjadi 105,93 pada Juni 2026.
Kelompok ini terdiri dari satu subkelompok, yaitu subkelompok jasa pelayanan makanan dan minuman yang mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,54 persen. Kelompok ini pada Juni 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,19 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: nasi dengan lauk sebesar 0,09 persen; mie sebesar 0,04 persen; martabak sebesar 0,03 persen; sayur olahan sebesar 0,02 persen; hamburger sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.11 Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya : mengalami inflasi y-on-y sebesar 10,03 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,04 pada Juni 2025 menjadi 123,28 pada Juni 2026.
subkelompok mengalami inflasi y-on-y dan satu kelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok perawatan pribadi sebesar 3,41 persen dan subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 24,68 persen. Sementara subkelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu subkelompok jasa lainnya.
Andil inflasi y-on-y sebesar 0,63 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: emas perhiasan sebesar 0,48 persen; parfum sebesar 0,06; deodorant sebesar 0,04 persen; shampo dan krim wajah sebesar 0,03 persen; tarif gunting rambut pria dan shampo sebesar 0,02 persen; sabun mandi cair, facial/peeling, jam tangan, tarif gunting rambut wanita masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2026 mengalami inflasi m-to-m sebesar 0,06 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu: facial/ peeling, jam tangan, sabun mandi cair, tarif gunting rambut wanita dan pijat non medis/urut/ refleksi sebesar 0,01 persen.
· Perbandingan Inflasi Tahunan
Pada Juni 2026, tingkat inflasi y-on-y sebesar 2,08 persen, tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,38 persen, dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 2,63 persen. Tingkat inflasi y-on-y untuk Juni 2025 dan Juni 2024 masing-masing sebesar 2,21 persen dan 2,25 persen. Sementara tingkat inflasi m-to-m Juni 2025 dan Juni 2024 masing-masing sebesar 0,09 persen dan -0,01 persen. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d Juni 2025 dan Juni 2024 masing-masing sebesar 0,98 persen dan 0,44 persen.
Tabel 2
Tingkat Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun 2024–2026 (Persen)
Gambar 1
Tingkat Inflasi Tahunan Desember 2024 – 2026 (Persen)
Tim Pengendali Inflasi Daerah - Kota Bandar Lampung
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merupakan satuan khusus yang bertugas menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan inflasi khususnya di Kota Bandar Lampung.
Pemerintah Kota Bandar Lampung
Jl. Dr.Susilo No.2 Bandar Lampung, Kota Bandar Lampung
(0721) 456-7890
diskominfo@bandarlampungkota.go.id
© TPID KOTA BANDAR LAMPUNG 2026. All Rights Reserved.