PEREKEMBANGAN INFLASI KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN JULI 2026

Berita 14 Sep 2026

·         Agustus 2026 Kota Bandar Lampung terjadi inflasi year on year (y-on-y) Kota Bandar Lampung sebesar 3,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,69. Tingkat inflasi Kota Bandar Lampung Bulan Agustus 2026 month to month (m-to-m) sebesar 0,24 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,61 persen.

·         Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya delapan indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,75 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,61 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,97 persen; kelompok transportasi sebesar 4,87 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,55 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 2,52 persen kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 1,74 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,56 persen. Selanjutnya terdapat dua kelompok mengalami deflasi y-on-y yaitu: ; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,20 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 2,57 persen.

·      Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok

 

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Month to Month (m-to-m), Year to Date (y-to-d), dan

Year on Year (y-on-y) Kota Bandar Lampung Menurut Kelompok Pengeluaran

 (2022=100), Agustus 2026

·         Komoditas dominan andil inflas y-on-y, antara lain: emas perhiasan, daging ayam ras, bensin, minyak goreng, mobil, sigaret kretek mesin (SKM), beras, bahan bakar rumah tangga, telepon seluler dan cabe rawit.

·         Komoditas dominan andil inflasi m-to-m , antara lain: daging ayam ras, jagung manis, beras, sekolah menengah atas, akademi/perguruan tinggi, telepon seluler, celana panjang jeans, shampo, sekolah dasar dan cabai rawit.

·         Kelompok pengeluaran andil inflas y-on-y, antara lain: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,71 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,29 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen; kelompok transportasi sebesar 0,54 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,17 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,17 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,61 persen.

·         Kelompok pengeluaran andil deflasi y-on-y, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen dan kategori rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,05 persen.

1.1     Makanan, Minuman, dan Tembakau : inflasi y-on-y sebesar 5,75 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 111,52 pada Agustus 2025 menjadi 117,93 pada Agustus 2026.

Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok makanan sebesar 6,06 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 3,55 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 1,71 persen.

Andil inflasi y-on-y sebesar sebesar 1,29 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: minyak goreng sebesar 0,23 persen; daging ayam ras sebesar 0,17 persen; sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,13; ikan layang/ikan benggol sebesar 0,10 persen; beras sebesar 0,07 persen; air kemasan, tahu mentah, ikan lele sebesar 0,06 persen; dan tempe serta susu cair kemasan sebesar 0,05 persen.

Andil deflasi y-on-y, yaitu: minyak goreng sebesar 0,23 persen; daging ayam ras sebesar 0,17 persen; sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,13; ikan layang/ikan benggol sebesar 0,10 persen; beras sebesar 0,07 persen; air kemasan, tahu mentah, ikan lele sebesar 0,06 persen; dan tempe serta susu cair kemasan sebesar 0,05 persen.

Andil inflasi m-to-m yaitu: daging ayam ras sebesar 0,10 persen; jagung manis sebesar 0,07 persen; beras sebesar 0,06 persen; cabai rawit dan ikan lele sebesar 0,02 persen; makanan ringan/snack, buah naga, kacang panjang, ketimun, wortel, buncis, sigaret putih mesin (spm) tahu mentah, ikan mas, bumbu masak jadi, jagung muda/ puntren dan ikan dalam kaleng masing-masing sebesar 0,01 persen.

1.2     Pakaian dan Alas Kaki : mengalami deflasi y-on-y sebesar 0,20 persen atau terjadi penurunan indeks dari 103,86 pada Agustus 2025 menjadi 103,65 pada Agustus 2026.

Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y yaitu subkelompok alas kaki sebesar 1,21 persen dan subkelompok pakaian mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,06 persen. Kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung sebesar 0,04 persen.

1.3     Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,62 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 105,25 persen pada Agustus 2025 menjadi 107,37 pada Agustus 2026.

Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan listrik sebesar 5,68 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu subkelompok penyediaan air dan layanan rumah lainnya sebesar 0,00 persen.

Andil inflasi y-on-y sebesar 0,29 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen; pasir sebesar 0,04 persen; kontrak rumah sebesar 0,03 persen; sewa rumah sebesar 0,02 persen; cat tembok, semen, keramik, cctv, papan dan besi beton masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Baandar Lampung.

1.4     Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,17 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 102,55 pada Agustus 2025 menjadi 106,25 pada Agustus 2026. 

Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok furnitur, perlengkapan, dan karpet sebesar 16,85 persen; subkelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum sebesar 3,67 persen; subkelompok peralatan dan perlengkapan perumahan dan kebun sebesar 2,95 persen; subkelompok tekstil rumah tangga sebesar 2,69 persen; subkelompok peralatan rumah tangga sebesar 2,68 persen dan subkelompok barang dan layanan pemeliharaan rumah tangga rutin sebesar 1,87 persen.

Kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,21 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kasur sebesar 0,03 persen; upah asisten rumah tangga, lemari pakaian, dan pelicin/ pewangi pakaian masing-masing sebesar 0,02 persen; ember, meja kursi tamu, pembasmi nyamuk spray, kain gorden, rak piring, meja kursi makan, sabun cair/cuci piring, mesin cuci, karpet, penyegar ruangan dan kursi masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m sebesar 0,01 persen.

1.5     Kesehatan : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,97 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 103,00 pada Agustus 2025 menjadi 106,06 pada Agustus 2026. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu ubkelompok obat-obatan dan produksi kesehatan sebesar 4,26 persen dan produk jasa rawat jalan sebesar 2,86 persen.

Kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan sebesar 0,08 persen terhadap inflasi y-on-y Kota Bandar Lampung. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: vitamin dan obat gosok sebesar 0,02 persen; tarif tukang pijat/urut, tarif dokter spesialis dan obat batuk masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan sebesar 0,02 persen terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.

1.6     Transportasi : mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,87 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,26 pada Agustus 2025 menjadi 114,58 pada Agustus 2026.

Dari empat subkelompok pada kelompok ini, semua mengalami inflasi y-on-y. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok pembelian kendaraan sebesar 5,15 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 3,72 persen.

Kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,54 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: bensin sebesar 0,25 persen; mobil sebesar 0,13 persen; pelumas/oli mesin dan pebaikan ringan kendaraan sebesar 0,02 persen; ban luar motor, angkutan antar kota, tarif kendaraan roda dua online, angkutan udara, sepeda motor, kendaraan carter/rental, kanvas rem, dan tarif jalan tol masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m sebesar 0,02 persen.

1.7     Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,55 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 97,63 pada Agustus 2025 menjadi 100,12 pada Juni 2026.

Dari empat subkelompok pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami inflasi y-on-y dan tiga subkelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 14,64 persen. Subkelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok subkelompok layanan informasi dan komunikasi, subkelompok asuransi, dan subkelompok jasa keuangan.

Kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,014 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu telepon seluler sebesar 0,11 persen; laptop/notebook sebesar 0,02 persen dan televisi berwarna sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/ sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,04 persen.

1.8     Rekreasi, Olahraga, dan Budaya : deflasi y-on-y sebesar 2,57 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 111,72 pada Agustus 2025 menjadi 108,85 pada Agustus 2026.

Dari empat subkelompok pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami inflasi y-on-y, satu subkelompok mengalami deflasi y-on-y dan satu subkelompok tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok layanan rekreasi dan olahraga. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu layanan kebudayaan sebesar 7,58 persen dan subkelompok koran, buku, dan perlengkapan sekolah sebesar 0,25 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu dan barang rekreasi lainnya dan olahraga, dan budaya sebesar 8,11 persen.

Kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,05 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,02 terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung. 

1.9     Pendidikan : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,52 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 97,69 pada Agustus 2025 menjadi 100,59 pada Agustus 2026.

Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok pendidikan menengah sebesar 5,98 persen; subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini sebesar 2,27 persen; subkelompok pendidikan tinggi sebesar 1,63 persen dan subkelompok pendidikan lainnya sebesar 1,36 persen. Kelompok Pendidikan pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,17 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: uang sekolah menengah atas sebesar 0,06 persen; uang sekolah akademi/ perguruan tinggi sebesar 0,05 persen; uang sekolah dasar sebesar 0,02 persen; uang sekolah pendidikan anak usia dini, sekolah menengah dan bimbingan belajar sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan sebesar 0,14 terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.

1.10  Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran Kelompok : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,54 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 104,32 pada Agustus 2025 menjadi 106,14 pada Agustus 2026.

Kelompok ini terdiri dari satu subkelompok, yaitu subkelompok jasa pelayanan makanan dan minuman yang mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,74 persen. Kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,17 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: nasi dengan lauk sebesar 0,08 persen; mie sebesar 0,04 persen; sayur olahan dan seblak sebesar 0,02 persen; hamburger sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 tidak memberikan andil/ sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.

1.11  Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya :  mengalami inflasi y-on-y sebesar 9,56 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,16 pada Agustus 2025 menjadi 122,88 pada Agustus 2026.

Dari tiga subkelompok pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami inflasi y-on-y dan satu kelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok perawatan pribadi sebesar 4,31 persen dan subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 23,60 persen. Sementara subkelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu subkelompok jasa lainnya.

Andil inflasi y-on-y sebesar 0,61 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: emas perhiasan sebesar 0,44 persen; parfum sebesar 0,05; deodorant dan krim wajah sebesar 0,03 persen; tarif gunting rambut pria dan popok sekali pakai/diapers sebesar 0,02 persen; hand body lotion, tissu, facial/peeling, sabun wajah, shampo, jam tangan, alas bedak, tarif gunting rambut wanita masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Agustus 2026 mengalami deflasi m-to-m sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu: sabun mandi cair, deodorant, popok bayi sekali pakai/ diapers sebesar 0,01 persen. 

 

·      Perbandingan Inflasi Tahunan

 

Pada Agustus 2026, tingkat inflasi y-on-y sebesar 3,86 persen, tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,24 persen, dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 2,61 persen. Tingkat inflasi y-on-y untuk Agustus 2025 dan Agustus 2024 masing-masing sebesar 0,19 persen dan 2,05 persen. Sementara tingkat inflasi m-to-m Agustus 2025 dan Agustus 2024 masing-masing sebesar -1,81 persen dan 0,26 persen. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d Agustus 2025 dan Agustus 2024 masing masing sebesar -0,76 persen dan 0,70 persen.

 

Tabel 2

Tingkat Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun 2024–2026 (Persen)

 

Gambar 1

Tingkat Inflasi Tahunan Desember  2024 – 2026 (Persen)

Statistik Pengunjung

Aplikasi

Laporan Kinerja

Laporkan kinerja anda melalui aplikasi berikut:

PELAPORAN
Tentang Kami

Tim Pengendali Inflasi Daerah - Kota Bandar Lampung

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merupakan satuan khusus yang bertugas menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan inflasi khususnya di Kota Bandar Lampung.

Hubungi Kami

Pemerintah Kota Bandar Lampung
Jl. Dr.Susilo No.2 Bandar Lampung, Kota Bandar Lampung

(0721) 456-7890

diskominfo@bandarlampungkota.go.id

© TPID KOTA BANDAR LAMPUNG 2026. All Rights Reserved.